98. AR ROSYID (Dzat Yang Maha Tepat Tindakannya) Segala sesuatu apapun yang terjadi dilangit dan dibumi ini tidak ada yang bersifat kebetulan. Karena segala sesuatu yang terjadi didunia ini telah direncanakan oleh Allah Ta’ala 50 ribu tahun sebelum segala sesuatu tercipta dan semua itu telah tertulis didalam Kitab Lauh Mahfudz. Sebagai contohnya ada orang sakit yang dibawa ke rumah sakit. Sesampainya disana orang tersebut meninggal dunia. Biasanya kejadian seperti ini banyak yang mengatakan “andaikata lima belas menit yang lalu dibawa kerumah sakit, maka nyawanya akan tertolong”, perkataan yang seperti ini adalah salah, karena memang sudah waktunya orang tersebut meninggal. Contoh lagi ada satu acara dan ada yang datang terlambat. Biasanya banyak yang mengatakan “kebetulan kamu datang sehingga mendapat bagian, andaikata telat sedikit maka tidak mendapat apa-apa lagi” hal ini juga tidak benar. Jadi semua yang ada dilangit dan dibumi ini hidup berdasarkan ketentuan Allah Ta'ala. Akan tetapi ketentuan Allah Ta'ala disini ada dua macam, yaitu ketentuan fasik dan ketentuan taqwa. Apabila hamba-Nya memilih fasik, maka dia akan mengalami kejadian seperti ini, waktunya kapan, tempatnya dimana dan lain sebagainya semuanya telah ditentukan oleh Allah Ta'ala. Dan apabila hamba-Nya memilih taqwa juga sama, dia akan mengalami kejadian seperti ini, waktunya kapan, tempatnya dimana dan lain sebagainya. Sehingga manusia hidup dalam dua pilihan. Inilah yang dinamakan amanah. Dan semua itu pasti akan terjadi. Orang-orang yang memilih ketaqwaan pasti masuk syurga dan orang-orang yang memilih kefasikan pasti masuk neraka. Oleh sebab itu yang menjadi tugas manusia apabila ingin selamat didunia dan diakhirat adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk selalu memilih jalan ketaqwaan. Sedangkan masalah hasil hendaknya kita serahkan kepada Allah Ta’ala. Dan yakinlah bahwa apapun yang Allah Ta’ala berikan pasti yang terbaik. Dan karena kasih sayang-Nya kepada hamba-hambaNya, Allah Ta'ala telah memberikan petunjuk-petunjukNya dan suri tauladan RasulNya, sehingga apabila sang hamba mau mengikuti keduanya, maka dia akan selamat didunia dan diakhirat. Karena didalam Al Qur’an, Allah Ta'ala telah memberikan contoh-contoh tentang orang-orang yang memilih kefasikan serta akibat yang mereka terima. Dan contoh-contoh orang-orang yang memilih ketaqwaan serta balasan yang mereka terima. Didalam hidup ini apabila kita bisa meraih sesuatu, jangan terlalu gembira dan apabila ada sesuatu yang luput dari kita, juga jangan terlalu bersedih hati (kecewa). Karena apapun yang ditentukan menjadi milik kita, pasti akan sampai kepada kita, dan apapun yang tidak ditentukan untuk kita, pasti tidak akan sampai kepada kita. Dan waktu kapan datangnya telah Allah Ta’ala tentukan dengan Ar Rasyid-Nya. Yang penting bagaimana kita selalu memilih ketaqwaan, sehingga yang terjadi adalah ketentuan yang baik. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa, mereka akan mendapatkan pahala yang tidak putus-putus, karena mereka selalu melakukan amal-amal sholeh. Sedangkan bagi orang-orang fasik, mereka akan mendapatkan dosa yang tidak putus-putus, karena mereka selalu memperturutkan hawa nafsu. Banyak sekali orang yang menggebu-gebu dalam mencari rizki, padahal andaikata belum menjadi bagiannya, maka tidak akan dapat dan andaikata memang tercatat sebagai bagiannya, waktu datangnya juga telah ditentukan oleh Allah dan semuanya itu adalah tepat. Oleh sebab itu kita tidak boleh kecewa dengan apa yang luput dari kita dan jangan terlalu gembira dengan apa yang dapat kita raih. Surat Al Hadiid (57) : 23 23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, Jadi dalam hidup ini apabila kita faham bahwa semuanya yang terjadi dalam skenario Allah, maka kita tidak akan menyalahkan siapapun apabila mendapat musibah dan tidak sombong apabila mendapat kenikmatan. Karena dalam hidup ini ada balak dan nikmat yang semuanya sudah diatur oleh Allah. Apa-apa yang dapat kita raih itulah yang memang menjadi bagian kita, sedangkan apa-apa yang tidak dapat kita raih, memang itu bukanlah menjadi bagian kita. Oleh sebab itu jangan sekali-kali kita buruk sangka kepada Allah, karena semua yang Allah tentukan adalah untuk kebaikan hamba-hambaNya. Sesuatu yang akan menjadi milik kita datangnya pasti pas sesuai dengan yang telah ditentukan. Tidak bisa kita majukan dan kita mundurkan. Sebetulnya manusia hanya punya dua pilihan, yaitu fasik dan taqwa. Karena semua skenario sudah ada dilauh mahfudz. Artinya apabila kita memilih kefasikan akan mendapat neraka dan apabila memilih ketaqwaan akan mendapat syurga. Didalam menjalani kehidupan ini apabila kita benar-benar mengenal Allah, maka tidak akan kecewa dan menyalahkan orang lain. Misal kita minta jemput jam satu, setelah menunggu lama akhirnya dia datang jam 3. Apabila kita faham dengan Ar RasyidNya Allah maka tidak akan pernah marah, karena semuanya itu adalah tepat menurutNya. Akan tetapi kadang kala manusia terjerumus kedalam kemusyrikan karena mengharapkan mendapat rizki banyak dengan cepat. Seperti kepesugihan, ketempat kiayi minta wifik (jimat) dan lain sebagainya. Hal ini sebetulnya adalah tindakan yang bodoh, karena apabila waktunya kita mendapat rizki walaupun tidak pakai apapun juga akan sampai. Akan tetapi jikalau bukan menjadi bagian kita, walaupun kemana saja juga tidak akan kita dapatkan. Hal ini adalah cermin seorang hamba yang tidak tahu diri, karena memaksa Allah untuk segera memberikan apa yang ia inginkan. Padahal Allah itu maha tepat tindakanNya dan untuk menunggu RasyidNya Allah ini harus dengan bersabar. Karena segala sesuatu apapun yang telah di tentukan oleh Allah tidak ada yang mundur dan maju walau sedetikpun. Baik itu balak (musibah), nikmat, rizki dan lain sebagainya. Disini sebetulnya Allah mengajari kita untuk bertawakkal. Karena skenario kehidupan manusia sudah ditentukan dan tercatat di Lauh Mahfudz. Sedangkan manusia hanya memilih antara fasik dan taqwa Walaupun kita sudah berusaha dengan cara bagaimanapun kalau belum ketentuannya tidak akan kita dapatkan. Oleh sebab itu kita tidak boleh bergantung dengan usaha (ikhtiyar). Akan tetapi dengan berusaha tersebut kita akan mendapatkan amal. Yaitu pahala bersabar, bersyukur dan bertawakkal. Tidak bergerak satu zarrahpun dilangit dan dibumi kecuali atas izin Allah. Oleh sebab itu hendaknya kita bertawakkal kepadaNya. Akan tetapi harus berniat, berupaya dan berdo’a terlebih dahulu. Izin atau ketentuan Allah tersebut ditentukan oleh pilihan kita. Apakah memilih fasik atau memilih taqwa. Dengan kata lain ketentuan-ketentuan Allah berlaku setelah manusia memilih fasik atau taqwa. Oleh sebab itu apapun yang terjadi dalam diri kita jangan menyalahkan siapapun. Baik itu keadaan, kondisi, orang lain apalagi Allah. Tetapi salahkanlah diri kita sendiri karena telah memilih kefasikan. A. Sisi Tafakkurnya Segala sesuatu yang menimpa diri kita, berapa banyak yang kita yakini bahwa itu adalah ketentuan Allah Ta’ala? atau karena kesalahan kita sendiri atau justru menyalahkan orang lain, keadaan, waktu, dan kondisi? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu memilih jalan ketaqwaan. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa apapun yang terjadi pada dirinya adalah ketentuan Allah Ta'ala yang disebabkan piilihannya sendiri. Sehingga dia tidak pernah menyalahkan orang lain, keadaan, kondisi atau menyalahkan Allah Ta'ala. Didalam hidup ini apabila kita mendapat petunjuk adalah disebabkan pilihan kita sendiri dan apabila tersesat juga akibat pilihan kita sendiri. Karena didalam memilih fasik dan taqwa tidak ada campur tangan orang lain dan masing-masing manusia akan bertanggung jawab dengan pilihannya tersebut. Oleh sebab itu tugas seorang Rasul hanya menyampaikan peringatan dan berita gembira. Para Rasul tidak bertanggung jawab atas perbuatan umatnya. Sesuai surat Az Zumar (39) : 41 41. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran. Siapa yang mendapat petunjuk, maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri. Dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. D. Sikap Orang Bertaqwa Didalam hidup ini dia akan selalu memilih jalan ketaqwaan walau apapun resikonya. Dia rela mengorbankan harta, jiwa dan tenaga demi untuk ketaqwaan. Dengan kata lain dia selalu berusaha melakukan amal-amal sholeh. Sedangkan untuk kebutuhannya sendiri dia bersabar menunggu ketentuan Allah Ta'ala. Dan didalam berikhtiyar (berusaha), niatnya adalah untuk mencari amal bukan untuk mencari kepuasan hawa nafsu. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah ya Tuhan kami, tolonglah kami agar kami tidak memilih jalan kefasikan. F. Sikap Orang Bertawakkal Didalam hidup ini dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk selalu memilih jalan ketaqwaan, sedangkan untuk kebutuhan dirinya sendiri dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Karena dia yakin berapa jumlahnya, apa bentuknya dan kapan waktu kedatangannya telah ditentukan oleh Allah Ta'ala. Akan tetapi bagi orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya, dia tidak bisa bersabar dan bertawakkal menunggu ketentuan Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan menerima dengan ikhlas apapun yang ditentukan oleh Allah Ta'ala untuk dirinya. Apabila dia memilih kefasikan kemudian mendapatkan kemudhoratan, maka dia ikhlas menerimanya dan tidak menyalahkan orang lain, kondisi atau keadaan. Karena dia menyadari bahwa kemudhoratan itu adalah akibat dari kesalahannya sendiri atau ketentuan dari Allah Ta'ala berupa ujian. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Ar Rasyid Apabila telah menjadi kholifah, maka ia tidak pernah kecewa dengan sesuatu yang lepas darinya dan akan selalu bersabar. Ketika sesuatu dapat ia raih, maka ia tidak terlalu bergembira dan ia akan bersyukur. Dan dalam hidupnya tidak akan pernah menyalahkan takdir Allah. Dan apabila ia berjanji akan selalu tepat waktu. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Ar Rosyid Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk membantu manusia agar mereka selalu memilih jalan ketaqwaan dan mencegah mereka dari memilih jalan kefasikan. Agar supaya manusia mengetahui bahwa sesungguhnya apabila mereka melakukan kefasikan pastilah mereka akan tertimpa kemudhoratan, dan apabila mereka melakukan ketaqwaan pastilah mereka akan menerima kemanfaatan.